Rabu, 16 Maret 2011

Unsur wujud dan dinamika kebudayaan


BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Kebudayaan merupakan bagian dan menjadi milik masyarakat manapun di dunia ini. Dan setiap masyarakat mempunyai kebudayaan sendiri yang berbeda dari kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat lain. Istilah peradaban ( Civilazation ) adalah nama yang diberikan kepada kebudayaan yang telah mencapai taraf perkembangan teknologi yang sudah tinggi.
Kebudayaan melahirkan kaidah-kaidah untuk melindungi masyarakat dari kehancuran yang diakibatkan dari kekuatan tersembunyi di masyarakat. Kaidah ini berupa petunjuk cara bertingkah laku di dalam pergaulan hidup.
Dewasa ini, kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang dan setiap kelompok orang-orang dalam arti luas. Manusia berbeda dengan binatang. karena manusia tidak dapat hidup begitu saja di tengah-tengah alam, melainkan selalu mengubah alam itu.
Kebudayaan dipandang sebagai suatu yang lebih bersifat dinamis bukan sesuatu yang statis, bukan lagi kata benda tetapi kata kerja.
Maka dari itu pada makalah ini penyusun akan menguraikan mengenai “ UNSUR-UNSUR, WUJUD DAN DINAMIKA KEBUDAYAAN DALAM MASYARAKAT.”

  1. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang maka yang menjadi rumusan masalah adalah:
  1. Apa yang dimaksud dengan kebudayaan?
  2. Unsur-unsur apa saja yang ada dalam kebudayaan?
  3. Wujud apa saja yang ada dalam kebudayaan?
  4. Bagaimana dinamika kebudayaan dalam masyarakat?

  1. TUJUAN PENULISAN
Berdasarkan rumusan masalah maka yang menjadi tujuan adalah:
  1. Mengetahui arti dari kebudayaan.
  2. Mengetahui unsur-unsur kebudayaan.
  3. Mengetahui wujud dari kebudayaan.
  4. Mengetahui dinamika kebudayaan dalam masyarakat

  1. METODE PENULISAN
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode deskriptif yaitu dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data. adapun teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah studi kepustakaan.

  1. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
    2. Perumusan Masalah
    3. Tujuan Penulisan
    4. Metode Penulisan
    5. Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
  1. Pengertian Kebudayaan
  2. Unsur-unsur Kebudayaan
  3. Wujud Kebudayaan
  4. Dinamika Kebudayaan Dalam Masyarakat
BAB III PENUTUP
  1. Kesimpulan
  2. Saran


BAB II
PEMBAHASAN

  1. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansakerta yaitu buddayah, bentuk jamak dari buddhi (budi/akal). Diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, berasal dari kata latin colere, yaitu mengolah tanah atau bertani. Culture juga diterjemahkan sebagai “ kultur ” dalam bahasa Indonesia.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. Budaya adalah suatu pola hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga sering dianggap warisan genetis. Namun ketika seseorang berusaha untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan berusaha menyesuaikan perbedaan tersebut, ini membuktikan bahwa kebudayaan itu dipelajari. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari yang normatif. Artinya mencakup segala cara atau pola berpikir, merasakan dan bertindak.
Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.
Kebudayaan erat kaitannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakah bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.
Edward Burnnett Taylor mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang di dapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi kebudayaan adalah sarana hasil karya rasa dan cipta masyarakat.
Dari definisi beberapa ahli antropolog tersebut dapat dikatakan bahwa kebudayaan adalah sesuatu yang memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak sedang perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata. Misal pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, dan lain-lain. Kesemuanya itu ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Kebudayaan telah diperluas dan didinamisasi, meskipun orang sering membedakan antara kebudayaan dan peradaban. Tetapi pada dasarnya keduanya menyatu dalam pengertian kebudayaan secara luas dan dinamis. Sebab kebudayaan sebagai wilayah akal budi manusia tidak hanya mengandung salah satu aspek dari kegiatan manusia. Kebudayaan dan peradaban merupakan dua sisi mata uang sama dalam pengertian kebudayaan secara luas. Jika kebudayaan adalah aspirasi, peradaban adalah bentuk kongkrit yang mewujud demi realisasi aspirasi itu.

  1. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat dibangun oleh banyak unsur. Para antropolog mengklasifikasikan unsur-unsur kebudayaan ke dalam dua unsur, yakni unsur besar dan unsur kecil kebudayaan.
  1. Unsur-Unsur Besar Kebudayaan
Ada beberapa pendapat para ahli yang mengemukakah mengenai unsur besar kebudayaan antara lain:
  1. Malville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
  • Alat-alat teknologi
  • Sistem ekonomi
  • Keluarga
  • Kekuasaan polotik
  1. Bronislaw Malinnowski mengatakan ada 4 unsur pokok, yaitu:
  • Sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antar para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya.
  • Organisasi ekonomi.
  • Alat-alat atau lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan ( keluarga adalah lembaga pendidikan utama).
  • Organisasi kekuatan politik.
Para antropolog belum mempunyai kesamaan pandangan yang dapat diterima. C Kluckhohn (1953) menguraikan ulasan dari para sarjana mengenai unsur-unsur kebudayaan. Adapun inti dari pendapat para sarjana merujuk pada 7 unsur kebudayaan yang dianggap sebagai cultural universals, yaitu:
  • Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi,transportasi, dan sebagainya)
  • Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi ( pertanian, peternakan, sistem produksi, sistem distribusi, dan sebagainya).
  • Sistem kemasyarakatan ( sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, sistem perkawinan)
  • Bahasa (lisan maupun tertulis).
  • Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak dan sebagainya).
  • Sistem pengetahuan.
  • Religi.
  1. Unsur-Unsur Kecil Kebudayaan
Unsur-unsur kecil kebudayaan merupakan penjabaran dari unsur-unsur besar kebudayaan. Ralph Linton menjabarkan unsur-unsur kecil kebudayaan yang dinamakan dengan kegiatan-kegiatan kebudayaan atau cultural activity, yaitu:
  • Alam pikiran
  • Religi.
  • Bahasa.
  • Hubungan sosial.
  • Perekonomian.
  • Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
  • Kesenian.
  • Politik dan Pemerintahan.
  • Pendidikan.
Selain unsur besar dan unsur kecil kebudayaan ada juga unsur normatif dalam kebudayaan, artinya kebudayaan adalah suatu garis-garis pokok tentang perilaku yang menetapkan peraturan-peraturan mengenai apa yang harus dilakukan, apa yang seharusnya dilakukan, apa yang dilarang dan lain sebagainya. Unsur-unsur normatif dari kebudayaan adalah:
  • Unsur-unsur yang menyangkut penilaian, misal baik dan buruk.
  • Unsur-unsur yang berhubungan dengan apa yang seharusnya, misal bagaimana orang harus berperilaku
  • Unsur-unsur yang menyangkut kepercayaan, misal upacara adat kelahiran.
Soekamto (1990:1998) membatasi kaidah dalam empat hal, yaitu:
  • Kaidah-kaidah yang dipergunakan secara luas dalam suatu kelompok manusia tertentu.
  • Kekuasaan yang memperlakukan kaidah-kaidah tersebut,
  • Unsur-unsur formal kaidah tersebut.
  • Hubungannya dengan ketentuan-ketentuan hidup lainnya.

  1. WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut J.J Heonigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga, gagasan, aktivitas, dan artifak.
  1. Gagasan ( Wujud ideal) adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai norma, peraturan, dan sebagainya yang bersifat abstrak (tidak dapat diraba dan disentuh). Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku karya penulis masyarakat tersebut.
  2. Aktivitas (tindakan) adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering disebut sistem sosial ( aktivitasnya saling berinteraksi, bergaul dengan manusia lain menurut pola dan adat tata kelakuan). Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  3. Artefak (karya)adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur ddan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artifak) manusia.

  1. DINAMIKA KEBUDAYAAN DALAM MASYARAKAT
Dalam kamus Besar Indonesia dinamika merupakan bagian dari ilmu yang membicarakan seluk beluk benda yang bergerak dan tenaga yang menggerakkan.
Masyarakat merupakan istilah yang diambil dari bahasa Arab “ Syaraka” yang berarti ikut serta, berpartisipasi. Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul atau berinteraksi.
Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat tertentu yang bersifat continu dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.
Untuk menganalisa tentang gejala-gejala dan kejadian sosial budaya di masyarakat sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser diperlukan beberapa konsep. Konsep-konsep tersebut diperlukan untuk menganalisa proses pergeseran masyarakat dan kebudayaan dalam penelitian antropologi dan sosiologi disebut dinamik sosial (social dynamic).
Menurut Koentjaraningrat (1996: 142) semua konsep yang kita perlukan untuk menganalisa proses-proses pergeseran masyarakat dan kebudayaan disebut dinamika sosial. Konsep-konsep tersebut antara lain:
  1. Proses belajar kebudayaan sendiri yang terdiri dari internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.
  2. Evolusi kebudayaan dan difusi.
  3. Proses pengenalan unsur-unsur kebudayaan asing meliputi akulturasi dan asimilasi.
  4. proses pembaruan atau inovasi atau penemuan baru.

BAB II
PENUTUP

      1. KESIMPULAN
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansakerta yaitu buddayah, bentuk jamak dari buddhi (budi/akal). Diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, berasal dari kata latin colere, yaitu mengolah tanah atau bertani.
Edward Burnnet Taylor mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang di dapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemarrdjan dan Soelaiman Soemardi kebudayaan adalah sarana hasil karya ra kebudayaan adalah sesuatu yang memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak sedang perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata.
Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat dibangun oleh banyak unsur. Para antropolog mengklasifikasikan unsur-unsur kebudayaan ke dalam dua unsur, yakni unsur besar dan unsur kecil kebudayaan.
Menurut J.J Heonigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga, gagasan, aktivitas, dan artifak.
Menurut Koentjaraningrat (1996: 142) semua konsep yang kita perlukan untuk menganalisa proses-proses pergeseran masyarakat dan kebudayaan disebut dinamika sosial. Konsep-konsep tersebut antara lain:
    1. Proses belajar kebudayaan sendiri yang terdiri dari internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.
    2. Evolusi kebudayaan dan difusi.
    3. Proses pengenalan unsur-unsur kebudayaan asing meliputi akulturasi dan asimilasi.
    4. proses pembaruan atau inovasi atau penemuan baru.

      1. SARAN
Pada proses pengenalan unsur-unsur kebidayaan asing, yang meliputi akulturasi dan asimilasi. Sebaiknya kita harus selektip dalam menerima setiap kebudayaan asing, sehingga kita dapat mengambil kebudayaan asing yang bernilai positif bagi perkembangan bangsa dan negara dan menolak setiap kebudayaan asing yang bersifat negatif.

DAFTAR PUSTAKA

Andriana, Deni. 2010. “ Definisi, wujud dan Unsur Kebudayaan.” Tersedia di: http://goyangkarawang.com/2010/03/definisi-wujud-dan-unsur-kebudayaan/
Ardiwinata, Jajat S. Dan Ahmad hufad. 2007. Sosiologo Antropologi Pendidikan. Bandung: UPI PRESS
Koentjaraningrat. 2000. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Radar Jaya Offset.
Koentjaraningrat. 1990. Pengantar Ilmu Sosiologi. Jakarta: Rineka Cipta.
. . “ Budaya.” Tersedia di: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Budaya
Saidang. dkk. . Sosiologip Untuk Sekolah Menengah Atas. Solo: CV HAKA MJ
Wita. 2010. “ Dinamika Kebudayaan.” Tersedia di: http://bregudewita.com/2010/01/dinamika-kebudayaan.html
Yudhi. 2009. “ DINAMIKA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN.” Tersedia di: http://blogspot.com/2009/02/dinamika-masyarakat-dan-kebudayaan-html


Sabtu, 12 Maret 2011

apakah rindu seprti itu??

air yang meluap akan tumpah
apabila tidak mendapatkan tempat yang sesuai
kerinduan pun akan menembus batas
kemana pun akan dikejar
sehingga menemukan apa yang dirindukannya
apa mengganggu itu indah?
rindu itu penyakit
penyakit yang tidak jelas
tetapi memiliki sensasi yang luar biasa
ketika teringat wajahnya
hati tiba tiba berdesir
ketika menyebut namanya
tiba tiba jantung berdetak
jika membayangkan wajahnya
ada senyum dan binar di pipi dan mata
semuanya menjadi melayang
semuanya menjadi indah
rindu membuat orang hidup
hidup dengan semangatnya
hidup dengan keinginannya
apakah rindu seperti itu?
yang aku inginkan
yang ingin aku bertemu
sudah tak bisa aku temui
dan aku rindukan
rindu itu menyedihkan!!!

Kamis, 10 Maret 2011

aku takan datang

aku takan datang padamu
bagai beringin rebah
aku takan datang padamu
bagai angin resah

aku takan datang padamu
bagai batu pecah
aku takan senyum padamu
jika kau diam

aku takan memeinkan jemariku
jika kau diam
aku takan gusar
jika kau diam

aku takan menjerit
jika kau diam
aku takan meraung
jika kau diam

aku takan tertawa
jika kau diam
aku sendiri
karna kau diam

Sabtu, 12 Februari 2011

AADC

ku lari ke hutan kemudian menyanyi ku
ku lari ke pantai kemudian teriak ku
sepi...
sepi dan sendiri aku benci
ingin ke pasar aku mau bingar
sekarang benar-benar aku penat
enyah saja kau pekat
seperti berjelaga jika kau sendiri
pecahkan saja gelasnya biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh
ada malaikat menyulam jari laba-laba belang di ratan putih
mengapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
apa aku harus lari kehutan baru ke pantai?
bosan aku dengan penat dan enyah saja kau pekat seperti berjelaga jika ku sendiri.

Jumat, 11 Februari 2011

love

aku terus menanti
tanpa aku tahu apa yang telah pergi
dan aku terus mencari
tanpa aku tahu apa yang telah hilang
sedang aku terus menangis
tanpa aku tahu apa yang telah membuat aku bersedih
dan aku terus berusaha
tanpa aku tahu apa yang aku harapkan
hingga suatu saat aku terbangun dari tidurku
dan ternyata semua hanya mimpi
mimpi yang telah usai